PELATIHAN CALON AUDITROR AUDIT MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Palembang, 8 Agustus 2026 – Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya mutu melalui pelaksanaan Pelatihan Auditor Audit Mutu Internal (AMI) secara In House Training pada 7–8 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7 ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari seluruh fakultas dan Program Pascasarjana sebagai calon auditor internal baru. Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu Prof. Dr. Ir. Siti Herlinda, M.Si. , dan Dr. Asvic Helida, S.Hut., M.Sc. , yang juga merupakan Fasilitator Wilayah SPMI LLDikti Wilayah II.

Audit Mutu Internal menjadi salah satu instrumen vital dalam memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi berjalan secara berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, UM Palembang berupaya mencetak auditor-auditor internal yang tidak hanya memahami teknik audit, tetapi juga memiliki integritas, objektivitas, dan kemampuan memberikan rekomendasi perbaikan yang konstruktif bagi setiap unit kerja di lingkungan universitas.

.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UM Palembang, Dr. Asvic Helida, S.Hut., M.Sc. , dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen LPM dalam memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Menurutnya, auditor internal memiliki peran strategis sebagai penggerak budaya mutu yang mampu memastikan setiap standar pendidikan tinggi diterapkan secara konsisten di seluruh unit kerja. “Pelatihan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan auditor yang memahami teknik audit, tetapi juga auditor yang memiliki integritas, objektivitas, dan kemampuan memberikan rekomendasi perbaikan yang konstruktif. Auditor harus mampu menjadi mitra bagi setiap program studi dan unit kerja dalam mewujudkan peningkatan mutu yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selama dua hari, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai standar SPMI, teknik audit yang efektif, penyusunan instrumen audit, pengumpulan dan analisis bukti, hingga penyusunan laporan audit yang akurat. Selain pembelajaran teoritis, peserta juga mengikuti simulasi audit guna meningkatkan keterampilan wawancara, observasi lapangan, analisis bukti, serta penyusunan rekomendasi yang aplikatif. Dr. Asvic menambahkan bahwa sebanyak 20 peserta yang mengikuti pelatihan ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mendorong perbaikan mutu di masing-masing unit kerja.

.   

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UM Palembang, Dr. Saleh Hidayat, M.Si. , dalam sambutannya menegaskan bahwa Audit Mutu Internal bukan sekadar kegiatan administratif atau pemeriksaan dokumen untuk memenuhi kebutuhan akreditasi. Lebih dari itu, AMI merupakan instrumen evaluasi berbasis bukti yang mampu mengukur kesesuaian antara standar yang telah ditetapkan, pelaksanaan di lapangan, serta capaian yang dihasilkan oleh setiap unit kerja. “Melalui AMI, universitas memperoleh data yang objektif untuk mengidentifikasi kesenjangan mutu, menemukan akar permasalahan, sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas institusi,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan AMI merupakan bagian integral dari siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) Standar Pendidikan Tinggi. Oleh karena itu, keberhasilan pelaksanaan audit sangat bergantung pada kompetensi, integritas, serta profesionalisme auditor yang menjalankannya. “Seorang auditor harus mampu berpikir kritis, bersikap objektif, menjaga etika dan kerahasiaan, serta menyampaikan temuan secara konstruktif. Auditor bukanlah pencari kesalahan, melainkan mitra strategis unit kerja dalam membangun budaya mutu di perguruan tinggi,” tegasnya.

Dr. Saleh Hidayat juga menyampaikan harapannya agar seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini secara optimal. “Kami berharap para auditor yang terlatih mampu menanamkan kesadaran bahwa mutu merupakan tanggung jawab bersama dan harus tercermin dalam seluruh layanan akademik maupun nonakademik. Semoga pelatihan ini mampu meningkatkan akurasi dan kebermanfaatan hasil AMI, sekaligus memperkuat tata kelola UM Palembang yang semakin unggul, akuntabel, dan berkemajuan,” pungkasnya.

   

   

 

 

Tinggalkan Balasan