Penguatan Kapasitas International Supporting System di Lingkungan UM Palembang

Palembang, 20 Januari 2026 – Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang unggul melalui kegiatan Capacity Building bagi seluruh Tenaga Kependidikan (Tendik). Bertajuk “Peningkatan Kapasitas Institutional Supporting System (ISS) dalam SPMI dan Akreditasi Unggul serta Mempertahankan ISO 21001:2018” , kegiatan ini berlangsung pada Selasa (20/1/2026) di Aula Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7. Workshop sehari ini dirancang untuk membekali tendik dengan pemahaman dan keterampilan praktis guna memperkuat peran mereka dalam mendukung pencapaian mutu institusi secara berkelanjutan.

Dalam laporan pembukaannya, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UM Palembang, Dr. Asvic Helida, S.Hut., M.Sc. , menegaskan bahwa tenaga kependidikan merupakan tulang punggung sistem penjaminan mutu di level operasional. “Tendik tidak hanya berperan sebagai pelaksana administrasi, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam memastikan setiap proses berjalan sesuai standar. Dalam konteks akreditasi dan ISO, tendik adalah garda terdepan yang memastikan dokumen mutu, data kinerja, dan pelayanan kepada mahasiswa serta pemangku kepentingan berjalan dengan konsisten dan akuntabel,” ujarnya.

Workshop ini menghadirkan seluruh unsur tendik lintas unit, mulai dari Biro Administrasi Umum, Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Biro Keuangan, Biro Humas dan Protokoler, Biro Sumber Daya Manusia, Biro Penerimaan Mahasiswa Baru, Perpustakaan, Laboratorium, Pusat Data dan Informasi, Galeri Investasi, Tax Centre, Kantor Urusan Internasional, hingga Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Dengan pendekatan interaktif, para peserta diajak untuk mengidentifikasi kontribusi spesifik unit masing-masing terhadap pencapaian indikator kinerja dan implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).

Wakil Rektor III UM Palembang, Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng. , dalam sambutannya menekankan bahwa penguatan kapasitas tendik adalah investasi strategis bagi masa depan institusi. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan dosen dan pimpinan. Kualitas layanan administrasi, ketertiban data, dan responsivitas terhadap kebutuhan mahasiswa sangat ditentukan oleh profesionalisme tendik. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan visi dan memperkuat sinergi antarunit dalam mendukung akreditasi unggul dan keberlanjutan ISO 21001:2018,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan sebuah perguruan tinggi dalam meraih dan mempertahankan predikat unggul tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari bagaimana sistem pendukungnya—termasuk tendik—bekerja secara terintegrasi dan berorientasi pada mutu. “Budaya mutu harus hidup dalam setiap aktivitas, mulai dari pengelolaan data, pelaporan, hingga interaksi dengan mahasiswa. Tendik adalah ujung tombak yang memastikan semua itu berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan menghasilkan luaran nyata, antara lain meningkatnya pemahaman tendik tentang SPMI dan siklus PPEPP, kemampuan mengidentifikasi peran strategis unit kerja dalam akreditasi, serta tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya tertib dokumentasi dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan. Melalui penguatan kapasitas ini, UM Palembang optimis dapat mempertahankan capaian akreditasi unggul, menjaga sertifikasi ISO 21001:2018, sekaligus melangkah lebih jauh menuju perguruan tinggi yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan